Tidak mengenal
jalan yang ditempuh, rintangan yang ada dijalan, serta tidak mengetahui maksud
dan tujuan akan membuat seseorang keletihan selama perjalanannya. Tidak hanya
itu, manfaat ataupun hasil yang diperolehnya dari perjalanan juga sangat
sedikit.
Adapun orang yang seperti itu
biasanya mempunyai kecenderungan sebagaimana penjelasan berikut :
- Giat mengerjakan ibadah nafilah (sunnah) namun meninggalkan ibadah fardhu (wajib)
- Giat beribadah dengan anggota tubuh saja, tanpa diiringi dengan amalan hati.
- Giat dengan ibadah batin, tetapi dalam pelaksanaan ketaatan yang lahir tidak sesuai sunnah.
- Giat bercita-cita mengerjakan suatu amal tanpa mengetahui tujuan amal tersebut.
- Giat mengerjakan suatu amal tanpa menghindari dampak-dampak yang bisa merusak amalnya, baik ketika melakukannya maupun setelahnya.
- Giat mengerjakan suatu amal, namun melalaikan adanya anugerah yang terdapat didalamnya, padahal, amal ibadah iu terlaksana bukan karena faktor perbuatan anggota badan saja.
- Giat mengerjakan amal tanpa menyadari kekurangan dirinya terkait dengan amal itu, sehingga ia terluput dari meminta ampun kepada-Nya setelah menyelesaikan.
- Giat melakukan suatu amal yang belum terpenuhi haknya, berupa nasehat dan berlaku baik, tetapi ia mengira telah memenuhi kewajiban tersebut.
Hal-hal itulah yang dapat mengurangi manfaat dari amal ibadah
seseorang, padahal ia telah melakukannya dengan susah payah.
Hanya kepada
Allah kita memohon taufik.
(Fawaidul
Fawaid, Ibnu Qoyyim, PIS, 2012 : 554-555)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar